bismillahirrahmanirrahim

Tahun baru adalah saat-saat yang tepat bagi kita untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Gunakanlah pergantian tahun sebagai momen yang tepat untuk melakukan perubahan diri. Beberapa tips untuk melakukan muhasabah yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Carilah tempat yang tanpa gangguan untuk muhasabah, misalnya di kamar yang sepi, atau di masjid, atau di tempat yang kita agak asing di situ.
  2. Bawa alat tulis dan buku khusus muhasabah. Ini penting, agar kelak, beberapa bulan ke depan atau beberapa tahun ke depan jika suatu saat kita ingin mengukur sejauh mana perubahan telah terjadi dalam diri kita, kita dapat melihatnya dari buku itu.
  3. Berdo’a kepada Allah SWT dan mohonkan ampunan-Nya, kemudian mohonlah agar dapat memuhasabah diri sebagai ikhtiar memperbaiki diri.
  4. Renungkan berbagai kekurangan kita dalam beribadah kepada Allah SWT, baik dalam muamalah kepada sesama ataupun berbagai aspek lain dalam hidup kita. Gunakan pertimbangan ukhrowi saat merenungkan, maksudnya renungkanlah akibat perbuatan kita dari sisi Allah, bukan hanya dari sisi duniawi saja. Catatlah renungan di buku kita itu. Jangan malu menuliskan kekurangan kita. Format bebas sesuai kesukaan masing-masing. Sebagai contoh, bisa dibagi kertas itu dalam 2 bagian. Bagian yang lebar untuk menuliskan hasil muhasabah kita. bagian yang kecil nanti untuk menuliskan solusinya.
  5. Setelah merasa cukup menuliskan semua hal yang kita rasa perlu diperbaiki dalam diri kita, barulah tuliskan solusi-solusinya di kertas bagian kanan di buku khusus kita itu. Buatlah solusi yang riil (terjangkau) yang dapat kita lakukan dalam waktu dekat. Bisa harian atau mingguan. Setiap kita pastilah memiliki solusi-solusi yang berbeda bergantung dengan cara pandang,  pola pikir, dan wawasan kita.
  6. Setelah usai membuat solusi, bacalah ulang semua yang telah kita tulis tadi. Azzamkan/ teguhkan dalam diri kita bahwa kita akan menjalankan solusi-solusi riil itu.
  7. Perbanyaklah ibadah dan ketaatan pada Allah SWT dengan terus berdo’a agar memperbaiki diri kita dan meneguhkan semua ikhtiar kita dalam menuju ridho-Nya. Mintalah bantuannya ketika kita butuh bantuan diikuti dengan ikhtiar sebagai salah satu syarat terkabulnya do’a kita itu. Ikutilah setiap kesalahan atau perbuatan buruk yang kita perbuat dengan perbuatan baik. Lakukan terus menerus perbuatan baik yang dicintai Allah SWT sebanyak-banyaknya.
  8. Evaluasilah hasil kita dalam jangka waktu tertentu. bisa per 3 hari, lalu per minggu, dan per bulan. Lakukan dengan konsisten dengan terus meningkatkan kapasitas “solusi” yang kita buat. Terus perbaiki yang kurang dalam diri, dengan terus memohon kepada Allah SWT.
  9. Jika gagal, bangkit lagi, gagal, bangkit lagi, dan terus bangkit. jangan sampai kita menyerah karena menyerah berarti lari dari rahmat Allah SWT.

How can I verify my Rolex?

Rolex watches are renowned for their quality, craftsmanship, and timeless elegance. However, with the popularity of these luxury timepieces comes the risk of counterfeit products flooding the market. So, how can you ensure that the Rolex you own or plan to purchase is genuine? Verifying your Rolex is essential to protect your investment and ensure its authenticity. In this article, we’ll explore the various methods and steps you can take to verify your Rolex watch effectively.

I. Introduction
What is Rolex verification?
Rolex verification involves confirming the authenticity of a Rolex watch to ensure it is not a counterfeit product.

Importance of verifying your Rolex
Verifying your Rolex is crucial for protecting yourself from counterfeit watches and preserving the value of your timepiece.

II. Why Verify Your Rolex?
Protecting yourself from counterfeit watches
Counterfeit Rolex watches flood the market, and without verification, you risk purchasing a fake, which can be detrimental to both your finances and reputation.

Ensuring authenticity and value
Verifying your Rolex ensures that you own an authentic piece of luxury craftsmanship, maintaining its value over time.

III. Methods of Verification
Official Rolex dealers
Authorized Rolex dealers are trained to authenticate Rolex watches and provide certificates of authenticity.

Online authentication services
Several online platforms offer Rolex authentication services, allowing you to submit photos of your watch for verification by experts.

Independent appraisers
Independent appraisers with expertise in luxury watches can authenticate your Rolex and provide documentation.

IV. Steps to Verify Your Rolex
Inspecting the dial and hands
Examining the details of the dial and hands, such as the Rolex crown logo and minute markers, can reveal signs of authenticity.

Examining the case and reference numbers
Verifying the case and reference numbers against Rolex’s database can confirm the watch’s authenticity and history.

Checking the movement
Examining the movement of the watch can provide insights into its authenticity, as counterfeit Rolex watches often have inferior or inaccurate movements.

V. Common Signs of a Fake Rolex
Poor craftsmanship
Counterfeit Rolex watches typically exhibit poor craftsmanship, with inconsistencies in detailing and finishing.

Inaccuracies in branding and logos
Fake Rolex watches may feature inaccuracies in branding and logos, such as misspelled words or poorly executed engravings.

Semoga dengan muhasabah yang baik kita akan menjadi hamba-Nya yang makin mendekat kepada-Nya, mendekat pada syafaat Rasulullah SAW dan pada akhirnya, mendekat pada surga-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Amin.

Wallahu’alam bisshawab.

alhamdulillahirabbilalaminReferensi:

  1. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr :18)
  2. Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)
  3. http://eekkoo.wordpress.com/2009/11/01/tips-muhasabah-yang-terparameter/
Powered by: Wordpress | IdWebHost.com |
FreeWebSubmission.com| | ASR Technology |
© 2010 cara-muhammad.com
| Home | Hubungi kami |
Suffusion theme by Sayontan Sinha